Memanjakan Anak Bukan Pilihan Yang Tepat, Inilah 7 Akibat Fatal Jika Anak Terlalu Dimanjakan

Memanjakan Anak – Menyayangi anak bukan berarti harus dengan cara memberikan semua yang dia minta. Terkadang orangtua harus bisa mengatakan tidak untuk beberapa hal yang semestinya dapat anak lakukan sendirian.

Sehingga, anak tidak melulu menggantungkan seluruh hidupnya kepada orangtua. Karena terlalu memanjakan anak ternyata dapat berakibat fatal bagi kehidupan anak di masa depan. Berikut ini akibat terlalu memanjakan anak yang wajib Anda ketahui :

  1. Tidak mandiri

Adanya kebiasaan dari seringnya mendapatkan perlakuan yang istimewa dari orangtua, akan membentuk karakter anak sebagai pribadi yang tidak mandiri. Hal ini terjadi karena anak selalu mendapatkan kemudahan dari apa yang dia inginkan.

Anak cenderung tidak merasa tertantang dalam melakukan suatu hal. Mereka selalu terbiasa dengan adanya bantuan orang sekitar, terutama dari orangtua. Sehingga anak akan merasa kesulitan untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri.

  1. Selalu bergantung pada orang lain

Kebiasaan bergantung pada orangtua dapat menjadikan anak tumbuh sebagai pribadi yang selalu menggantungkan dirinya pada orang lain. Tak heran jika mereka akan merasa kesulitan jika tidak ada satu orang pun yang bersedia membantunya.

Mempunyai ketergantungan tinggi pada orang lain dapat menjadikan anak kesulitan untuk tumbuh mandiri di lingkungan luas. Dengan demikian, terlalu memanjakan anak bukanlah hal yang disarankan untuk menunjukkan rasa sayang kepada anak.

  1. Sulit menerima kekalahan

Terbiasa dengan kehidupan yang selalu mendapat apa yang dia mau akan cenderung mudah menjadikan anak sebagai pribadi yang sulit menerima kekalahan.

Anak-anak yang terbiasa hidup dalam kondisi ini sangat membenci yang namanya kekalahan. Dengan demikian anak akan mudah merasa kecewa ketika dirinya menerima kekalahan.

  1. Mudah menyerah ketika dihadapkan pada tantangan

Ketika dihadapkan dalam situasi yang penuh dengan tantangan, anak-anak yang tumbuh dari kondisi ini akan cenderung mudah menyerah ketika dihadapkan pada sedikit kesulitan.

Mereka akan mengalami kesulitan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Hal ini tentu tak terlepas dari kebiasaan mereka yang selalu mendapatkan kemudahan.

  1. Selalu menggunakan cara instan

Bagi anak-anak yang terlalu sering dimanjakan oleh kedua orangtuanya akan cenderung malas ketika menghadapi kesulitan. Dengan demikian, mereka akan lebih memilih untuk menggunakan cara-cara instan untuk menyelesaikan permasalahan.

Sekalipun cara yang mereka gunakan bukanlah hal yang baik. Mereka akan tetap melakukan hal tersebut untuk melindungi dirinya sendiri dari ancaman luar.

  1. Sulit Bertanggung jawab

Terbiasa dengan menggunakan orang lain untuk menyelesaikan kesulitan mereka dapat membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang sulit bertanggung jawab. Hal ini terjadi karena mereka tidak pernah diajarkan bagaimana cara bertanggung jawab kepada dirinya sendiri.

Selalu melemparkan tanggung jawab kepada orangtua nyatanya dapat mempersulit anak untuk bisa tumbuh sebagai pribadi yang bisa bertanggung jawab kepada dirinya bahkan orang lain.

  1. Selalu mementingkan diri sendiri

Sikap egois tumbuh dari adanya kebiasaan yang selalu mendapat perhatian serta mendapat semua keinginan dengan mudah. Tak heran jika anak akan tumbuh menjadi pribadi yang selalu mementingkan dirinya sendiri.

Dengan begitu, hindari memanjakan anak secara berlebihan. Terapkan pola asuh yang tepat agar si kecil tidak tumbuh menjadi anak yang demikian.

 


Mau DIKIRIMKAN artikel parenting secara GRATIS langsung ke HP Anda? 


 

Sayangi anak Anda dengan cara yang tepat. Supaya anak dapat tumbuh sebagai pribadi yang Anda harapkan. Sehingga tidak perlu terlalu berlebihan dalam mengungkapkan rasa sayang kepada anak.