4 Tips Memilih Cara Mengasuh Anak yang Baik

Anak merupakan karunia Tuhan yang harus anda jaga dan lindungi, salah satu cara untuk melindungi anak adalah dengan menerapkan pola asuh yang sesuai dengan karakteristik anak. Hal ini tentunya akan membantu anak untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

Menerapkan cara mengasuh yang baik dan sesuai dengan karakter anak akan membantu anda dalam melindungi anak dari beberapa sifat yang tidak baik. Mengasuh anak dengan baik juga akan membuat anak merasa nyaman sehingga tidak depresi. Jika anak depresi maka bukan hal yang mustahil jika anak melakukan ha-hal yang tidak baik, seperti mengonsumsi alkohol, merokok, atau menggunakan narkoba.

Ada beberapa cara mengasuh anak yang dapat anda terapkan, yaitu otoriter, acuh tak acuh, otoritatif, dan permisif. Berikut akan dijelaskan beberapa cara mengasuh anak yang dapat anda terapkan.

  1. Cara Mengasuh Anak dengan Pola Otoritatif

Cara mengasuh anak dengan pola otoritatif memiliki ciri yaitu adanya peraturan dan batasan yang harus dipatuhi anak. Peraturan dan batasan yang diberikan bersifat tegas dan harus dipatuhi oleh anak. Cara mengasuh dengan pola otoriter akan membuat anak disiplin dan lebih bertanggungjawab. Selain itu anak juga akan memiliki sifat ceria, ramah, mandiri, dan dapat berkerja sama dengan baik.

Jika anda memilih cara mengasuh anak dengan pola otoriter ini, ada yang perlu diperhatikan yaitu dalam membuat peraturan harus disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan anak. Jangan membuat peraturan yang menekan anak. Hal ini akan mengakibatkan anak akan depresi. Sesekali anda perlu berdiskusi dan mendengarkan pendapat anak tentang peraturan yang akan diberlakukan.

  1. Cara Mengasuh Anak dengan Pola Acuh Tak Acuh

Orang tua yang menerapkan pola mengasuh acuh tak acuh cenderung tidak peduli dengan anak. Orang tua cenderung bersifat tidak responsif ataupun menolak untuk mengasuh anak. Anak dibiarkan hidup dengan bebas tanpa pengawasan orang tua. Tidak ada juga aturan-aturan yang digunakan untuk membatasi tingkah laku anak. Hal ini memungkinkan anak untuk memiliki sifat negatif. Anak dengan pola pengasuhan ini biasanya memiliki rasa kepercayaan diri dan harga diri yang rendah.

  1. Cara Mengasuh Anak dengan Pola Permisif

Cara pengasuhan permisif juga menerapkan peraturan yang harus dipatuhi oleh anak. Perbedaan dengan pola otoriter adalah pada pola permisif peraturan yang diberikan tidak begitu tegas dan ketat seperti permisif. Anak cenderung diberikan kebebasan dalam melakukan sesuatu. Orang tua cenderung memiliki toleransi yang baik, bahkan ketika anak melanggar peraturan. Hal ini tentunya akan membuat anak tidak disiplin dan kurang bertanggung jawab. Peran orang tua sebagai pengontrol perilaku anak juga tidak ada. Pola pengasuhan ini membuat anak memiliki sifat cenderung implusif, pemberontak, agresif, dan dominan.

  1. Cara Mengasuh Anak dengan Pola Otoriter

Pada pola pengasuhan ini, orang tua cenderung dominan dalam segala hal. Orang tua seolah-olah mengetahui apa yang terbaik dengan anak. Anak tidak diberikan kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. Pada pola pengasuhan ini, orang tua akan menerapkan disiplin yang ketat dengan memberikan peraturan dan jadwal yang ketat. Bahkan orang tua juga dapat memberikan hukuman jika anak melakukan kesalahan. Penerapan pola pengasuhan ini memungkinkan anak mengalami stres dan depresi, serta dapat mengalami gangguan kepribadian.


Mau DIKIRIMKAN artikel parenting secara GRATIS langsung ke HP Anda? 


Ada beberapa pola pengasuhan anak yang dapat anda terapkan. Pilihlah pola asuh yang sesuai dengan karakteristik anak. Setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga memungkinkan pola pengasuhan pada setiap anak juga akan berbeda. Pilihlah cara mengasuh anak yang menciptakan kedekatan antara anda dan anak, sehingga anda dapat mengontrol perilaku dan tumbuh kembang anak dengan baik.