Stop Membandingkan Anak, 7 Efek Ini Dapat Membahayakan Anak di Masa Depan

Membanding-bandingkan anak dengan orang lain bukanlah cara yang tepat untuk memotivasi anak untuk menjadi lebih baik. Justru hal ini dapat memicu kepada hal yang tak terduga dari yang dibayangkan kebanyakan orangtua.

Membuat anak menjadi lebih baik tak seharusnya dilakukan dengan membandingkan dirinya dengan orang lain. Tahukah Anda bahwa hal tersebut ternyata dapat berakibat fatal terhadap perkembangan anak di masa yang akan datang. Simak penjelasan berikut:

  1. Merasa tidak percaya diri

Menjadi anak yang sering dibanding-bandingkan dengan orang lain, tak akan menutup kemungkinan bahwa anak akan tumbuh menjadi sosok yang tidak percaya diri. Mengapa demikian? Karena sang anak selalu merasa bahwa dirinya tak jauh lebih baik dari orang lain.

Sehingga anak-anak yang mengalami hal seperti ini akan cenderung menjadi anak yang sama sekali tak mempunyai kepercayaan diri. Bahkan mereka cenderung terlihat tertutup karena sering berdiam diri.

  1. Mempunyai konsep diri yang rendah

Merasa terbandingkan membuat anak-anak yang tumbuh dalam kondisi ini cenderung mempunyai konsep diri yang rendah. Mereka akan memandang dirinya sebagai seseorang yang bodoh, tidak berarti, bahkan merasa bahwa dirinya tidak lebih baik dari orang lain.

  1. Menjadi tertutup dan menarik diri

Sering kali dibandingkan dengan orang lain akan membuat anak cenderung untuk menarik diri dari lingkungan sekitar. Mereka merasa takut untuk masuk ke lingkungan tersebut. Hal ini karena mereka selalu berpikir terkait adanya penolakan terhadap dirinya.

  1. Sulit bergaul dengan lingkungan sekitar

Mempunyai perilaku yang menarik diri tentu saja akan membuat mereka cenderung untuk sulit bergaul. Hal ini tentu saja karena adanya faktor dari konsep diri yang salah serta kepercayaan diri yang rendah.

Sehingga anak-anak yang tumbuh dari kondisi ini seharusnya pelan-pelan diperhatikan dan dirangkul agar mereka merasa bahwa kehadirannya sangatlah berarti.

  1. Memungkinkan untuk membenci orangtua sendiri

Hal ini sangat mungkin terjadi pada anak-anak yang selalu dibanding-bandingkan oleh orangtuanya. Mereka dapat dengan mudah membenci orangtuanya akibat perlakuan yang sebenarnya tak mereka sukai.

Terkadang sebagai anak-anak tidak pernah bisa melawan atau dengan mudah mengungkapkan isi perasaannya kepada orangtua. Sehingga si anak akan merasa lebih baik dengan menyimpan yang ia rasakan sendirian.

Akibatnya, hal tersebut akan berujung pada kebencian terhadap sosok orangtua.

  1. Tumbuh menjadi seorang pendendam

Menjadi seseorang yang terus menerus dibandingkan ternyata dapat membuat anak tumbuh menjadi sosok yang pendendam. Hal ini karena mereka tidak pernah mempunyai tempat untuk berbagi. Sehingga menjadi seseorang yang pendendam adalah bentuk dari mengeluarkan kekesalan.

  1. Menjadi apatis dan tidak peduli dengan sekitar

Beberapa anak yang tumbuh dari kondisi seperti ini dapat membuat seseorang menjadi apatis dan tidak mempedulikan sekitar. Mereka berperilaku demikian karena mereka merasa bahwa dirinya juga tidak ada yng memperhatikan.

Sehingga si anak akan cenderung sangat cuek dan masa bodoh terhadap lingkungan sekitar bahkan dengan orang terdekatnya sekalipun.

Dengan demikian, berhentilah untuk membanding-bandingkan anak Anda dengan orang lain. Karena pada dasarnya setiap anak pasti mempunyai kelebihan masing-masing,

 


Mau DIKIRIMKAN artikel parenting secara GRATIS langsung ke HP Anda? 


 

Karena sebagai orangtua, cara Anda mendidik anak sangatlah berpengaruh terhadap kehidupan anak kedepannya. Jadi, mulailah dengan mengubah anak Anda dengan cara yang baik. Karena membandingkannya dengan orang lain tidak akan membuat anak Anda menjadi lebih baik dari apa yang Anda harapkan.