7 Tips Mengganti Kata Tidak pada Anak

Bilang tidak merupakan cara yang paling sering dilakukan untuk mengingatkan anak saat berbuat salah. Namun, perlu anda ketahui mengatakan tidak terus-menerus akan membuat anak cenderung bosan bahkan tidak peduli. Anak akan tetap melakukan perbuatan tersebut meskipun anda larang. Mengatakan tidak terus-menerus juga akan membuat timbul rasa benci pada anak. Anak mungkin akan membenci anda, karena terus menerus melarang, bahkan kemungkinan anak akan tidak patuh pada anda.

Ada baiknya anda mengurangi menggunakan kata tidak. Gunakanlah kata tidak hanya untuk keadaan darurat dan benar-benar penting. Berikut beberapa kalimat yang dapat anda gunakan untuk mengganti kata tidak.

  1. “Kebanyakan makan tidak sehat loh”

Kalimat ini dapat anda gunakan untuk menghentikan anak yang suka makan junk food. Anda bisa menawarkan makanan yang lebih sehat kepada anak. Anda juga dapat membuat snack kesukaan anak, tentunya dengan bahan-bahan yang lebih sehat dan tidak menggunakan pengawet. Hindari menggunakan kata “besok saja ya”, karena anak tidak akan memahami dan hanya akan membuatnya bingung.

  1. “Makanan tidak boleh dimainkan”

Anak biasanya memainkan sisa makanannya karena sudah kenyang. Anak yang tidak suka jenis makanannya juga biasanya memainkan makanannya. Alih-alih memarahinya, lebih baik anda mengambil makanannya dan memberikan penjelasan tentang mengapa tidak boleh membuang-buang makanan.

  1. “Sini, Ibu ajarkan cara bermainnya”

Saat bermain, anak anda mungkin akan memberantakan mainannya. Baik karena bosan atau tidak tahu cara bermainnya. Berilah pengertian kepada anak untuk tidak memberantakan mainannya dan ajarkan untuk membersihkan mainannya setelah selesai. Jika anak tidak tahu cara bermain, anda dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba memainkannya dengan caranya sendiri, ini akan melatih kreativitasnya. Jika tidak berhasil, dekatilah anak anda dan tanyakanlah apakah anda boleh ikut bermain bersama.

  1. “Jangan disakiti, Kucingnya disayang aja ya”

Terkadang anak senang bermain hewan dengan cara menyakiti. Namun, sebenarnya anak hanya ingin bermain dan tidak bermaksud menyakiti. Jika anda melihat anak anda menyakiti kucing, misal menarik ekor kucing, jangan memarahi, katakanlah “jangan menyakiti, kucingnya disayang saja” Dengan pengertian yang baik, anak akan mengetahui cara memperlakukan hewan dengan baik.

  1. “Pakai kata-kata, jangan pakai tangan”

Anak terkadang suka bermain tangan ketika mereka marah. Anak mengekspresikan rasa kecewa dan tidak senangnya dalam bentuk tindakan yang mungkin dapat menyakiti orang lain. Berilah pengertian pada anak anda untuk tidak terbiasa menggunakan tangan, dan jika anak kecewa biasakan dia untuk dapat mengatakan secara langsung.

  1. “Bicaralah dengan jelas, ibu tidak dapat mendengarnya”

Jika anak merengek pasti akan sulit bagi anda untuk mendengar apa yang dikatakan olehnya. Anda tentunya merasa ingin merah. Namun, anda harus tetap tenang dan jangan terpancing untuk membentak anak anda. Mintalah anak anda untuk kembali tenang dan mencoba berbicara dengan normal.

  1. “Kamu bermain dengan teman-teman dulu ya”

Saat ini anak lebih senang bermain gadget daripada bermain dengan teman-teman. Hal ini tentunya berbahaya jika menjadi kebiasaan. Batasilah waktu menggunakan handphone. Anda bisa menyuruh anak untuk lebih sering bermain bersama teman-teman di lingkungan sekitar anda.

 


Mau DIKIRIMKAN artikel parenting secara GRATIS langsung ke HP Anda? 


 

Bilang tidak memang cara mudah untuk mengingatkan anak untuk tidak melakukan sesuatu yang dilarang. Namun, mengatakan tidak secara terus menerus justru membuat anak merasa benci bahkan anak bisa menjadi pembangkang. Sebaiknya anda menghindari menggunakan kata tidak, dan menggantinya dengan kata-kata lain yang memiliki arti yang sama.